Rabu, 18 Juli 2012

Filipina Masa Pemerintahan Ferdinand Marcos


Filipina Masa Pemerintahan Ferdinand Marcos


Filipina yang terletak di Asia tenggara, memiliki 7000 pulau besar dan kecil. Diantara pulau-pulau besarnya adalah pulau Mindanao, Visayas, dan Luzon. Luas seluruh wilayah filipina 300000 km2. kawasan ini ditemukan pada tahun 1521 oleh seorang spanyol bernama Ferdinand Magelan. Namun, baru empat puluh tahun kemudian filipina resmi dijadikan koloni spanyol. Spanyol menjajah filipina selama tiga abad. Pada tahun 1898, menyusul ekkalahan spanyol dari Amaerika Serikat, filipina diserahkan kepada Amerika. Akhirnya, bangsa filipina berhasil meraih kemerdekaannya pada tahun 1946.

Sejak merdeka, filipina berbentuk republik dan beribukota di Manila city. Jumlah penduduk filipina menurut sensus tahun 2005 sebanyak 87.857.473 jiea. Mayoritas penduduknya beragama katolik roma. Lima persend ari total penduduk filipina atau sebanyak 4.392.872 jiwa adalah muslim. Mereka ini biasanya disebut sebagai muslim Filipino atau lebih dikenal dengan bangsa moro. Wilayah moro meliputi Mindanao, Sulu, Basilan, Tawi-tawi dan Palawan. Saat ini lebih dikenal sebagai wilayah selatan filipina, meliputi 23 provinsi atau seluas 96.438 km2 atau 33% dari total wilayah negara filipina. Bangsa moro terdiri dari 13 suku yaitu : Maranao, Manguindanao, Tausug, Samal, Yakan, sangil, bapjao, Kalibongan, Jama Mapun, Iranun, Palamawon, Kalagan, dan Malbog.


A. KEBIJAKAN-KEBIJAKAN PEMERINTAHAN MARCOS
Sebelum terpilih menjadi presiden, Ferdinand Marcos dulunya adalah seorang pengacara terlatih. Ia pernah dipenajrakan karena dituduh melakukan pembunuhan lawan politik ayahnya pada 1939. dari sel, ia mengajukan banding ke Mahkamah Agung Filipina dan ia dibebaskan. Seelah eprang dunia ia menonjol sebagai seorang yang kaya dan aktif di DPR. Marcos adalah presiden pertama Filipina yang dipilih untuk menjabat selama dua masa bakti berturut-turut 1965 dan 1969 secara penuh. Pada masa kepresidenan Marcos yang pertama ditandai dengan pembangunan fisik dan kesejahteraan yang emmadai, sehingga menungkinkan dia memenangkan yang kedua pada tahun 1969. tetapi konstitusi tidak memungkinkannya menjadi presiden untuk yang ketiga kalinya. Karena yakin bahwa negara memerlukan kharisma, kemampuan organisasinya, serta sangkaan akan kemajuan-kemajuan yang diraih rezimnya, Marcos emlancarkan kup konstitusional pada tahun 1972.

ferdinand marcos
Gambar : Ferdinand Marcos


Berdasarkan dekrit undang-undang darurat perang, ia menjadikan dirinya presiden tanpa batas watu tertentu dan baru dihapuskan pada thaun 1981. ia kemudian dilantik kembali pada tahun yang sama untuk menjabat masa bakti selama enam tahun yangdiwarnai dengan pengaturan politik yang tidak baik, masalah kesehatan, serta pelangaran hak asasi oleh pihak militer dan korupsi merajalela dalam pemerintahan.

Ia menggunakan moliter sebagai polisi pribadinya. Kesempatan ebrbicara sangat dibatasi. Marcos juga sering memenjarakan lawan politiknya yang dirasa membahayakannya. Sdebagai contoh dipenjarakannya Benigno Aquino yang cukup popular dikalangan rakyat Filipina sehingga Marcos merasa tersaingi. Anggota keluarga Marcos banyak yang diberi jabatan penting dan menguntungkan di pemerintahan.
Ia juga mengganti sebuiah konstitusi, ketika Marcos menjabat sebagai presiden filipina. Berdasarkan konstitusi 1973, beberapa lembaga yang memegang peranan dalam struktur peemrintahan negara yaitu :

• Presiden
• Kabinet atau dewan menteri
• Majelis Nasional (nasional assembly)
• Mahkamah Agung (supreme Court)

Akan tetapi, dalam masa pemerintahannya yang dipimpim Marcos, filipina belum mempunyai perdana menteri yang dikehendaki oleh konstitusi 1973. pemerintahan langsung dipegang oleh Presiden.
Banyak produk politik Marcos dalam menjalankan kekuasaannya yang bertentangan dengan konstitusi. Hal ini mendorong partai-partai oposisi diengeri itu untuk menggalang persatuan diantara mereka untuk melancarkan suatu gerakan perlawanan yang makin lama makin tajam. Karena situasi didalam engeri masih membahayakan stabilitas nasional, Marcos memebrlakukan undang-undang keadaan darurat yang membrikan kekuasaan lebih besar untuk mengambil segala tindakan untuk menyelamatkan Filipina dari kehancuran namun kekuasaan etrsebut menurut tuduhan pihak oposisi justru dipergunakan Marcos untuk melestarikan kekuasaannya. Marcos emnagkap dan memenjarakan lawan-lawan politiknya, disamping usahanya mengadakan pendekatan dengan pihak separatis moro yang muslim untuk menghentikan perjuangan meraka.

Sampai pada pertengahan tahun 1980-an, ekonomi Filipina ditandai dengan pembanguna indutrial yang tidak efisien, land form yang tidak efektif, eprtanian ekspor yang tidak memadai serta daya saing yang menurun dibandingkan dengan negara-negara AEAN lainnya. Usaha pembangunan semakin bergantung kepada pinjaman luar negeri sampai akhr 1984, uatang negeri Filipina bahkan ditaksir sama dengan 4/5 GNP Filipina. Rakyat mulai merasakan dampaknya yaitu dengan banyaknya masyarakat yang kekurangan gizi. Rezim Marcos adalah rezim yang korup. Beberapa organsiasi pemerintahan digunakan sebagi alat memperkaya diri Marcos ebserta kelaurganya sehingga kemajuan Filipina tidak dapat dicapai.

Puncaknya, Agustus 1983, seorang tokoh oposisi yang emrupakan saingan politik utama Maarkos kembali ke Filipina setelah tinggal dalam pengasingan selama beberapa tahun di Ameriak Serikat. Senator tersebut yaitu Benigno Aquino, begitu menginjakkan kakinya dilapangan udara internasional Manila ditembak amti oleh seorang penembak misterius. Pihak oposisi menuduh Marcos dan para pemimpin militer yang mendukungnya berada dibalik peristiwa pembunuhan tersebut.

Dengan tewasnay Benino Aquino, kaum oposisi memperoleh momentum yang dahsyat untuk melancarkan perlawanan yang lebih keras lagi untuk mengakhiri pemerintahan Marcos. Pihak pemimpingereja katolik negeri itu ikut mendukung oposisi dan secara langsung berhadapan dengan rezim Marcos. Demontrasi dijalan-jalan kota Manila dan kota-kota lainnya makin sering diadakan oleh pihak oposisi diabntu oleh rakyat.


B. GERAKAN-GERAKAN RAKYAT MELAWAN MARCOS
Selama belasan tahun dibawah rezim Marcos, rakyat Filipina seakan diam dan emnerima ebgitu saja berbgai eprlakuan yang sewenang-wenang dari Marcos. Pembantaian terhadap Benigno, seorang politikus yang reformatif, kongkrit dan mempunyai perhatian besar terhadap orang disekitarnya, emmuat rakyat Filipina tidak bisa diam lagi. Keberingasan ini telah mambangkitkan amarah seluruh rakyat Filipina. Dari epristiwa tersebut timbul gerakan rakyat yang disebut “semangat people power, semangat anti kekerasan”. Gerakan anti kekerasan terus di kobarkan oleh AKKAPKA, sebuah organisasi yang mengorganisir anti kekerasan. AKKAPKA mengadakan seminar anti kekerasan diberbagai wilayah. Seluruh gerakan anti kekerasan sebenarnya juga emrupakan sebuah upaya untuk menjalin kebulatan tekad dalam bersikap non kooperasi.

Jeritan kaum miskin merupakan kondisi histories yang emrupakan ptioritas gerakan anti kekerasan, karena martabat kemanusiaan merekelaah yang palign banyak dilanggar, dialahgunakan dan diacuhkan. Pada tanggal 4 januari 1986, AKKAPKA mengedarkan tulisan dengan judul “The Issue : To Continue With Mr. Marcos or Not”. Dengan eprlakuannya selama ini, maka pemerintahan Marcos selaam 20 tahun itu tidak lebih sebagai monster yang ebrlumuran dengan ketidak jujuran dan penipuan.

Pemerintahan Marcos menyimpan ebgitu banyak kebusukan, pembunuhan yang terus berlangsung terhadap lawan-lawan politinya, tenggelamnyanegara ditengah-tengah tumpukan hutang, peradilan yang tidak mencari kebenaran melainkan menari kebenaran penguasa semata, pemerasan pajak peda rakyat yang hasilnya dihambur-hamburkan oleh para pejabat.


C. AKHIR PEMERINTAHAN MARCOS
Akibat dari berbagai tindakan politiknya dan kebijakannya ditambah tragedy kematian Benigno Aquino, maka rezim Marcos mulai mengalami banyak hambatan dan tantangan. Istri Benigno yaitu Ny. Maria Corazon bersama senatornya Salvados Laurel, mengambil alih kepemimpina oposisi menentang Msrkos. Untuk meredakan ketegangan politik yang ebrkembang dengan cepat dans emakin memanas, presiden Marcos memutuskan untuk menyelenggarakan pemilihan umum, agar rakyat bisa menjatuhkan pilihan mereka.

Kampanye-kampanye yang dilakukan oleh kedua belah pihak antara Marcos dan Corazon menjelang februari 1986 berlangsung dengan frekuensi tinggi. Berkali-kali Marcos melancarkan serangan kealamat Corazon dengan cara meremehkan kemampuannya sebagai seorang wanita yag tidak mempunyai pengalaman apapun dalam bidang politik dan pemerintahan. Ketika hasil pemilu, ternyata Marcos memperoleh suara lebih banyak. Pihak oposisi ikut mendeteksi hasil pemilihan umum dan mendapat bukti bahwa Corazonlah yang mendapat suara terbanyak. Dalam suasana saling menuduh dan unjuk rasa yang meluas, Marcos mengambil tindakan sendiri dengan mempercepat proses pengambilan sumpah dan melantikkan dirinya sebagai persiden untuk masa jabatan enam tahun berikutnya. Hal serupa juga dilakukan Corazon sehingga Filipina mempunyai dua orang presiden.

Pada sata krisis mengancam persatuan dan kehancuran negara, dua orang tokoh pimpinan militer Amerika yaitu mnteri pertahanan, juan Ponce dan staf angkatan ersenjata Filipina, jenderal Fidel Ramos yang semual mendukung Marcos kemudian bergabung dengan Corazon. Revolusi damai turut serta menyertai pergantian pemerintahan ini. Revolusi tak berdarah yang sering dijuluki “revolusi bunga itu berhasil dengan sukses. Atas tawran pemerintah Amerika dan dengan mempergunakan pesawat militer, Marcos dibawa pergi kesuatu pulau di Pasifik kemudioan dipindahkan ke Hawai. Maka berakhirlah pemerintahan Marcos yang telah memangku jabatan presiden selama 20 tahun.

25 Februari 1986 majelis nasional melantik dan mengambil sumpah Ny. Corazon Aquino sebagai presiden Filipina yang abru dan Salvador Laurel menjadi wakil presiden. Setelah kepergian Marcos, ternyata Marcos turut mencuri jutaan dolar. Tetapi karena kondisi kesehatannya, Marcos dianggap terlalu lemah untuk menjalani persidangan dan mati pada tanggal 28 september 1989. istrinya, Imelda dibebaskan dari tuduhan pemerasan oleh pengadilan federal AS, pada tahu 1990. tetapi pada tahun 1993, didakwa korup oleh pengadilan Filipina.

Salah satu program Corazon adalah untuk mengembalikan ketenagan, kedamaian, dan eprsatuan rakyat Filipina. Tekadnya yang lain yang dianggap amat fundamental adalah menghidupkan kembali sendi-sendi kehidupan demokrasi dengan melaksanakan peemrintahan sesuai dengan konstitusi. Pemberontakans empat dilakukan oleh pendukung Marcos. Jenderal Ronaldo Abadilla yang cukup dikenal di Malacanang melakukan kudeta yang bersifat psikologis. Hal ini dilakukan karena hanya akan menunjukkan kepada rakyat dan dunia bahwa kedudukan Corazon belum mantap. Ditambah polisi huru ahara tidak ebrdaya ketika belasan truk dan jib masuk ketaman rial dan diatasnya ada 200 tentara ditambah 5000 pengikut Marcos yang melancarkan unjuk rasa. Pada saat unjuk rasa dilakukan, Corazon sedang berada dipulau Mindanau dan wakil presiden Salvador Laurel berkunjung ke Madrid.

Massa Marcos yang dalam saat ebrsejarah dan penuh ketegangan mulai melambai-lambaikan foto Marcos dan ebndera filipina. Corazon dalam pemilu 1992 tidak ikut mencalonkan diri. Namun ia mendukung tampilnya Fidel Ramos yang ebragama Kristen protestan sebagai calon presiden. Namun, pada akhirnya pemberontakan tersebut dapat diapdamkan dengan kesigapan dari pemerintahan Filipina sehingga tidak berkepanjangan.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar